Journalistic , Faculty of Communication - Tarumanagara University

Senin, 26 November 2012

Aku yang Tak Diharapkan


Ibu..
Mengapa kau membunuhku?
Mengapa kau tiadakan aku?
Kau tlah binasakan jiwa juga harapanku

Dalam kandungmu aku menanti sebuah cinta
Dalam kandungmu aku menanti pelukan sayang
Namun tiba rasanya harapan itu pupus dan melayang
Karena dirimu sendirilah yang meniadakan aku dari dunia

Aku hanya manusia lemah yang kau lenyapkan
Aku hanyalah raga yang belum sempurna
Aku masih manusia yang tak berdaya melawan
Bukan sbuah kasih yang kudapat, namun penolakan yang kau wujudkan

Dalam pangkuan Tuhan kini ku berada
Menatap bundaku sayang
Walau kau tak mengharapkanku, inilah darah dagingmu
Walau ku tak dapat menyentuhmu, tapi aku tetap mengasihimu

Ibu..
Jika suatu hari nanti adik hadir
Jangan kau pupuskan asanya
Cukup aku yang merasakan
Sadarilah dan bertobatlah, Tuhan kan.mengampunimu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar