Keagamaan tak lagi
menjadi pilihan utama mahasiswa untuk berkegiatan. Di tengah kesibukan
mahasiswa, kegiatan mahasiswa, menjadi tempat mahasiswa lain menjadi pilihan
utama bagi mahasiswa. UKM, dikenal dengan kegiatan mahasiswa, menjadi tempat
mahasiswa untuk mencari kesenangan serta melepas stres. Mengikuti UKM,
mahasiswa dapat belajar berorganisasi, mengembangkan bakat, dan bersosialisasi.
Namun lain dengan UKM agama. Mungkin agama hanya berbicara Tuhan. Itulah menjadi
pandangan umum orang-orang tentang agama, seringkali membuat orang malas
melibatkan diri dalam kegiatan agama.
Keagamaan bukan
berbicara soal Tuhan saja. Banyak hal yang bisa didapat dalam agama. Karena di
zaman yang modern ini, orang menjadi fokus memperhatikan kebutuhan jasmaninya. Terutama
pada mahasiswa. Mereka hanya fokus pada belajar di kampus. Selain belajar,
mereka perlu memperhatikan kebutuhan rohaninya. “Mahasiswa tidak hanya belajar,
tapi perlu membangun spiritual. Dengan memiliki spiritual yang baik, kita
menjadi semangat belajar,” ujar Enos (21), mahasiswa yang mengikuti UKM
pencinta alam. Ia mengatakan bahwa keterlibatan kita mengikuti kegiatan agama,
sangat menarik. Kita mendapat ajaran-ajaran dalam kitab suci. Melalui ajaran
tersebut, kita memiliki prinsip hidup yang jelas.
Sama dengan pendapat
Enos, yang mengatakan UKM agama perlu dan menarik, Andrew (20), dengan tegas
menjelaskan, “Mahasiswa harus hidup seimbang antara rohani dan jasmani!” Dia
mengatakan bahwa kecenderungan orang melakuka penyimpangan lebih besar ketika
tidak mengenal agama. “Seimbangkanlah kehidupan kita dengan agama.” Andrew
adalah salah satu anggota dari UKM agama Katolik.
Berbeda pendapat dengan
Enos dan Andrew, mereka mengikuti UKM agama untuk memenuhi kebutuhan rohani,
Shelvia (20), anggota UKM Budha, berpendapat mengikuti UKM agama dapat
memperjelas status agama kita, terutama orang yang belum memiliki agama yang
jelas.
Mengikuti UKM agama
tidak hanya berbicara Tuhan, namun kita dapat melakukan kegiatan yang lain. Berkumpul
bersama, berbagi pengalaman, pengajaran, dan bermain. Hampir sama dengan UKM
lainnya. Kita belajar banyak hal, membangun kebersamaan dan kekeluargaan dalam
organisasi. “Dalam Adhiyatmaka kita diajarkan hal kekeluargaan,” ujar Andrew. Bersikap
terbuka buat pendatang baru. Bila ada konflik, mereka akan menyelesaikan secara
kekeluargaan. Sependapat dengan Andrew, Shelvia mengatakan “Asiknya di UKM
agama tuh, orang-orangnya terbuka, sudah seperti keluarga.”
UKM agama bukan
kegiatan yang mengembangkan bakat tapi kegiatan yang mengisi kebutuhan
spiritual manusia. Mahasiswa perlu memenuhi kebutuhan spiritual agar menjadi penyegaran
jiwa bagi kehidupan mereka. Namun kembali pada pilihan mereka.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar