Journalistic , Faculty of Communication - Tarumanagara University

Selasa, 27 November 2012

Ketika Kegiatan Rohani Terlupakan




Keagamaan tak lagi menjadi pilihan utama mahasiswa untuk berkegiatan. Di tengah kesibukan mahasiswa, kegiatan mahasiswa, menjadi tempat mahasiswa lain menjadi pilihan utama bagi mahasiswa. UKM, dikenal dengan kegiatan mahasiswa, menjadi tempat mahasiswa untuk mencari kesenangan serta melepas stres. Mengikuti UKM, mahasiswa dapat belajar berorganisasi, mengembangkan bakat, dan bersosialisasi. Namun lain dengan UKM agama. Mungkin agama hanya berbicara Tuhan. Itulah menjadi pandangan umum orang-orang tentang agama, seringkali membuat orang malas melibatkan diri dalam kegiatan agama.

Keagamaan bukan berbicara soal Tuhan saja. Banyak hal yang bisa didapat dalam agama. Karena di zaman yang modern ini, orang menjadi fokus memperhatikan kebutuhan jasmaninya. Terutama pada mahasiswa. Mereka hanya fokus pada belajar di kampus. Selain belajar, mereka perlu memperhatikan kebutuhan rohaninya. “Mahasiswa tidak hanya belajar, tapi perlu membangun spiritual. Dengan memiliki spiritual yang baik, kita menjadi semangat belajar,” ujar Enos (21), mahasiswa yang mengikuti UKM pencinta alam. Ia mengatakan bahwa keterlibatan kita mengikuti kegiatan agama, sangat menarik. Kita mendapat ajaran-ajaran dalam kitab suci. Melalui ajaran tersebut, kita memiliki prinsip hidup yang jelas.

Sama dengan pendapat Enos, yang mengatakan UKM agama perlu dan menarik, Andrew (20), dengan tegas menjelaskan, “Mahasiswa harus hidup seimbang antara rohani dan jasmani!” Dia mengatakan bahwa kecenderungan orang melakuka penyimpangan lebih besar ketika tidak mengenal agama. “Seimbangkanlah kehidupan kita dengan agama.” Andrew adalah salah satu anggota dari UKM agama Katolik.

Berbeda pendapat dengan Enos dan Andrew, mereka mengikuti UKM agama untuk memenuhi kebutuhan rohani, Shelvia (20), anggota UKM Budha, berpendapat mengikuti UKM agama dapat memperjelas status agama kita, terutama orang yang belum memiliki agama yang jelas.

Mengikuti UKM agama tidak hanya berbicara Tuhan, namun kita dapat melakukan kegiatan yang lain. Berkumpul bersama, berbagi pengalaman, pengajaran, dan bermain. Hampir sama dengan UKM lainnya. Kita belajar banyak hal, membangun kebersamaan dan kekeluargaan dalam organisasi. “Dalam Adhiyatmaka kita diajarkan hal kekeluargaan,” ujar Andrew. Bersikap terbuka buat pendatang baru. Bila ada konflik, mereka akan menyelesaikan secara kekeluargaan. Sependapat dengan Andrew, Shelvia mengatakan “Asiknya di UKM agama tuh, orang-orangnya terbuka, sudah seperti keluarga.”

UKM agama bukan kegiatan yang mengembangkan bakat tapi kegiatan yang mengisi kebutuhan spiritual manusia. Mahasiswa perlu memenuhi kebutuhan spiritual agar menjadi penyegaran jiwa bagi kehidupan mereka. Namun kembali pada pilihan mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar