Journalistic , Faculty of Communication - Tarumanagara University

Minggu, 02 Desember 2012

Keterbatasan Menembus Keterbatasan

Ryo S











Ryo S adalah seorang filmmaker Indonesia yang masih muda. Dilahirkan di Jakarta pada tanggal 11 Mei 1987. Dia adalah anak bungsu dari tiga bersaudara.

Latar Belakang
Sebelum menjadi seorang filmmaker, dia adalah mahasiswa alumni di Monash University, Digital Arts and Multimedia Design di Monash University bagian animasi, Melbourne. Di tahun kedua kuliahnya, dia diajarkan tentang film making, dengan pembuatan film misteri. Dari situlah merupakan awal ketertarikan dari seorang filmmaker ini pada dunia perfilman.

Kesukaannya pada dunia film, membuat dirinya termotivasi untuk menjadi seorang filmmaker yang hebat. Kemudian dia membuat suatu perkumpulan bernama “Anak-Anak Film” yang berasal dari perkumpulan pelajar Indonesia-Austaralia. Dengan memiliki ambisi yang sama akhirnya mereka membuat film perdananya yaitu “Bikin Film”. Film ini kemudian cukup banyak disukai oleh banyak orang. Kesuksesan dalam pembuatan film tersebut hingga disukai banyak orang, tidak lepas dari peran seseorang yang kreatif Ryo Siauw yang berperan sebagai produser pada pembuatan film tersebut. Ryo mampu membentuk kerja sama antara anggota-anggota timnya.

Setelah menyelesaikan kuliahnya di Melbourne, dia memutuskan pergi ke Amerika untuk mencari kerja. Di Amerika dia bekerja membuat film-film pendek. Dan di sana dia mendapatkan profesi menjadi sutradara. Bersama-sama dengan perkumpulan orang gereja, dia membentuk tim. Selama 2 tahun dia bekerja di Amerika.

Banyaknya pengalaman dalam membuat film, Ryo semakin tertarik utnuk menjadi pembuat film. Dia semakin “jatuh cinta” pada dunia perfilman. Selain menjadi produser dan sutradara, dia pernah berperan menjadi cameraman, editor, dan bagian dari tim kreatifnya. Bahkan dia pernah memegang semua peran dalam pembuatan film. Dia membuat suatu karya filmnya berjudul “Topeng”. Film ini merupakan film yang berjenis pembunuhan dan horor. Karya film ini dimasukkan dalam perlombaan “Hello Festival” kemudian berhasil menang.

Pada tahun 2008, Ryo kembali ke Indonesia untuk memulai karirnya di Jakarta. Dia mengawali karirnya di Indonesia menjadi sebagai tim kreatif dan assistant director dalam music video. Dia pernah menjadi assitant director dalam pembuatan music video “Tak Lekang Oleh WaktuKerispatih, Malu-Malu DongT2. Selain itu, dia membuat film pendek dan menjadi penulis naskah film.

 


Saat pembuatan music video Kerispatih-Tak Lekang Oleh Waktu

Hambatan dan Cara Mengatasi
Di balik kesuksesannya dalam membuat film ada hambatan dan kegagalan yang terjadi. Hal itu dialami oleh Ryo. “Hambatan itu ada dan pasti sering terjadi,” katanya. Menurut dia, hambatan dan kegagalan sudah menjadi hal yang biasa terjadi dalam proses pembuatan film. hal-hal yang tidak terduga akan sering terjadi. Contoh: konflik antara sutradara dengan produser, konflik antara artis dan sutradara. Semua bisa terjadi karena adanya perbedaan pendapat. Selain itu, dana juga bisa menjadi hambatan. Akan tetapi, disitutlah kreatifitas sangat berperan penting. Bagaimana kita bisa menemukan jalan keluar untuk menyelesaikan hambatan-hambatan tersebut. Itu diperlukan kerja sama yang baik pada setiap kru nya. Rapat adalah cara yang baik untuk menyelesaikan masalah. Perlunya peran director/produser dalam hal ini. Biasanya mereka dapat melihat permasalahan timnya, kemudian memberi solusi yang tepat. Jika masih ada anggota yang tetap bersikukuh dengan pendapatnya, dia akan keluar.

Dalam pekerjaan di dunia perfilman sangatlah unik. Mereka memegang prinsip pikiran harus satu jalan antara anggota dengan anggota yang lainnya. Secara tidak langsung mereka dituntut untuk open minded. Sebagaimana dituntut sebagai orang yang kreatif. 

“Orang kreatif sangat sulit ditebak pikirannya,” menurut Filmmaker ini. Oleh karena itu, kreatifitas sangatlah penting dalam pekerjaan ini untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut. Contoh: membuat cerita baru dalam film. Hal ini akan terlihat rumit bagi orang yang tidak kreatif. Tetapi, hal-hal seperti ini yang menyebabkan Ryo tertarik dengan bidang perfilman.

Lain halnya dengan hambatan di atas. Terkadang hambatan juga terjadi, ketika mengalami kebuntuan dalam mengeluarkan ide. Apalagi ketika dikejar deadline. Untuk mengatasi hal itu, Ryo melakukan refreshing seperti bermain game, jalan-jalan, nongkrong di kafe, membaca buku, atau nonton.

Proses Pembuatan Film

Dari sekian banyak karya film yang dibuat, Film “Topeng” adalah film yang paling berkesan dan membanggakan bagi Ryo. Film yang berjenis horor dan pembunuhan ini berhasil memenangkan lomba di salah satu perlombaan yaitu, “Hello Festival”. Cerita yang sedikit abstrak dan experimental ini dibuat, karena terinspirasi dengan film-film horor seperti Paranormal Activity. Paranormal Activity yang kita ketahui merupakan film yang sangat disukai banyak orang. Penjualan filmnya sangat laku, hingga mendapatkan keuntungan yang besar. Steven Spielberg mengagumi karya tersebut. Padahal film tersebut tidak membutuhkan biaya yang sangat banyak. Film ini termasuk kategori film yang memiliki budget rendah berkisar 10 juta rupiah, hanya membutuhkan 2 artis dan berlokasi di rumah sutradaranya.

Inilah yang menjadi inspirasi bagi Ryo dalam pembuatan film “Topeng”. Dia berupaya untuk mengeluarkan budget yang rendah tapi bisa menarik banyak penonton. Ryo berperan sebagai produser, sutradara, cameraman, penulis naskah, sekaligus tim kreatifnya. Film ini sangat berkesan baginya karena banyak penonton yang sangat menghargainya. Menurut Ryo, dalam pembuatan film horor tidak perlu menggunakan teknologi yang canggih. Dengan peralatan yang cukup sederhana dapat menghasilkan film yang bagus. Film horor adalah salah satu film kesukaannya. Karena dalam pembuatan film nya dibutuhkan kreatifitas tinggi.

Kesimpulan

Sebagai filmmaker, dia berpendapat bahwa orang kreatif selain imagine, harus realistis juga. Mimpi memang tidak dibatasi, tapi harus disesuaikan dengan fakta kehidupan yang dialami saat ini. Kita bukan Steven Spielberg ataupun Joko Anwar. Artinya, membuat film yang hebat boleh saja, tapi harus melihat kemampuan kita saat ini untuk membuat film, baik dari dana sampai perlengkapannya. Di situlah kreatifitas sangat berperan.

Selain itu, tidak boleh takut gagal dalam mengeluarkan ide dalam pembuatan suatu film. terus berusaha dan menghasilkan karya yang baik dari kreatifitas yang kita miliki. Karena kita tidak tahu sampai mana tingkat kreatifitas kita. Dan kita tidak bisa belajar banyak hal pada kemampuan kreatifitas kita.

Ujian Nasional: Meringankan atau Menambah Stres?


Ujian Negara yang diikuti oleh jutaan siswa di seluruh Indonesia telah usai dua minggu yang lalu. Hal ini, menjadi kegembiraan yang dinantikan oleh para siswa. Mereka melakukan berbagai perayaan sebagai tanda kegembiraan, seperti mencoret-coret baju, perpisahan, dan sebagainya.

Akan tetapi, kesedihan dan kekhawatiran selalu dialami dalam ujian negara. Banyak persiapan yang telah dilakukan mereka, namun masih ada yang mengalami kegagalan. Angka ketidaklulusan dalam ujian selalu ada dalam setiap tahunnya. Hal ini, menjadi kekhawatiran bagi para siswa. Ujian Negara sempat menuai banyak kritikan dan diminta untuk dihapus dalam kebijakan pemerintah.

Sejak 2 tahun belakangan ini, pemerintah memberikan kebijakan baru. Secara seratus persen, ujian nasional tidak memperngaruhi kelulusan. Ujian sekolah menjadi peran bagi kelulusan sebanyak 40%. Keluarnya kebijakan tersebut, seharusnya meringankan beban bagi siswa, karena kelulusan bisa dibantu dengan ujian sekolah.

Menyikapi hal ini, banyak sekolah memberikan banyak program dalam persiapan ujian. Contohnya, memberikan pendalaman materi di luar jam sekolah, lalu menyelenggarakan Try Out dari sekolah. Namun, banyak siswa yang stres dengan program-program tersebut. Hal ini, menjadi beban bagi mereka. “Stres tetap saja stress”, itu yang dialami para siswa. Terlalu banyak ujian, membuat mereka belajar secara berkesinambungan karena banyaknya ujian yang diselenggarakan.

Bila dibandingkan tahun-tahun ajaran lama, seharusnya ujian saat ini lebih ringan. Dengan kebijakan baru,serta menyelenggarakan banyak ujian, membuat siswa banyak kesempatan untuk belajar. Siswa akan menjadi terbiasa. Itulah berbagai pendapat yang dikemukakan oleh para mahasiswa dan orang tua. Salah seorang orang tua siswa, Suzana, berpendapat bahwa siswa saat ini memiliki banyak kesempatan belajar sehingga siap untuk menghadapi ujian.

Kebijakan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah, serta kegiatan-kegiatan yang dikeluarkan oleh sekolah, menjadi solusi terbaik untuk membantu kelulusan siswa tahun ini.

Metode Penelitian Komunikasi II


Tugas Metode Penelitian Komunikasi
(Variabel Independent, Dependent, Kerangka Pikir, Skala)
Variable independent adalah variabel yang merupakan penyebab atau yang mempengaruhi variabel dependent (DV) atau yang menyebabkan terjadinya variasi bagi variabel dependent (DV). Apabila variabel IV berubah, maka variabel DV juga akan berubah. Variable independent merupakan variable yang faktornya diukur, dimanipulasi, atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan hubungannya dengan suatu gejala yang diobservasi. Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, variabel independent disebut juga sebagai peubah bebas dan sering juga disebut dengan variable bebas, stimulus, faktor, treatment, predictor, input, atau antecedent. Contoh: pengaruh metode mengajar terhadap prestasi siswa. =>Variabel independent adalah Metode Mengajar
Variable dependent merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat dari variabel independent. Variabel dependent, dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai perubah tak bebas, variabel terikat, tergantung, respons, variabel output, criteria, atau konsekuen. Variabel ini merupakan fokus utama dari penelitian. Variabel inilah yang nilainya diamati dan diukur untuk menentukan pengaruh dari variabel independent. Nilainya bisa beragam dan tergantung pada besarnya perubahan variabel independent., artinya, setiap terjadi perubahan (penambahan/pengurangan) sekian kali satuan variabel independen, diharapkan akan menyebakan variabel dependen berubah (naik/turun) sekian satuan juga. Secara matematis, hubungan tersebut mungkin bisa digambarkan dalam bentuk persamaan Y = a + bX. Misalnya, Y = Hasil (ton) dan X = pupuk Urea (kg), maka setiap pupuk urea dinaikkan/atau diturunkan sebesar b (kg), maka hasil naik/turun sebesar b (ton) dan apabila tidak di berikan pupuk (b=0), maka hasilnya adalah sebesar a (ton). Pola hubungan antara kedua variabel tersebut bisanya di kaji dalam penelitian asosiasi atau prediksi, biasanya diuji dengan menggunakan Analisis Regresi. Skala pengukuran variabel independentnya bukan merupakan variabel interval atau rasio, sehingga untuk melihat pengaruh dari variabel independet terhadap variabel dependent lebih tepat dengan menggunakan Analisis Varians (ANOVA). Dengan Anova tersebut kita bisa menentukan ada tidaknya perbedaan diantara metode mengajar, dan apabila ada, kita bisa menentukan metode mengajar yang lebih baik atau terbaik.
Kerangka pikir merupakan inti sari dari teori yang telah dikembangkan yang dapat mendasari perumusan hipotesis. Teori yang telah dikembangkan dalam rangka memberi jawaban terhadap pendekatan pemecahan masalah yang menyatakan hubungan antar variabel berdasarkan pembahasan teoritis.
Perlu dijelaskan bahwa tidak semua penelitian memiliki kerangka pikir. Kerangka pikir pada umumnya hanya dipruntukkan pada jenis penelitian kuantatif. Untuk penelitian kualitatif, kerangka berpikirnya terletak pada kasus yang selama ini dilihat atau diamati secara langsung oleh penulis. Sedangkan untuk penelitian tindakan kerangka berpikirnya terletak pada refleksi, baik pada peneliti maupun pada partisipan. Hanya dengan kerangka berpikir yang tajam yang dapat digunakan untuk menurunkan hipotesis. Suriasumantri, 1986 dalam (Sugiyono, 2009:92) mengemukakan bahwa seorang peneliti harus menguasai teori-teori ilmiah sebagai dasar menyusun kerangka pemikiran yang membuahkan  hipotesis. Kerangka pemikiran merupakan penjelasan sementara terhadap gejala yang menjadi objek permasalahan. Kriteria utama agar suatu kerangka pemikiran bisa meyakinkan ilmuwan, adalah alur-alur pemikiran yang logis dalam membangun suatu berpikir yang membuahkan kesimpulan yang berupa hipotesis. Jadi kerangka berpikir merupakan sintesa tentang hubungan antara variabel yang disusun dari berbagai teori yang telah dideskripsikan. Selanjutnya dianalisis secara kritis dan sistematis, sehingga menghasilkan sintesa tentang hubungan antara variabel penelitian. Sintesa tentang hubungan variabel tersebut, selanjutnya digunakan untuk merumuskan hipotesis.
1.      Penyusunan Kerangka Konseptual
a.       Bedakan antara kerangka konsep dengan kerangka operasional.
b.      Kerangka konsep dipakai sebagai landasan berfikir sedangkan kerangka operasional merupakan kerangka kerja (pentahapan langkah metoda ilmiah).
c.       Kumpulkan semua sumber pustaka dan konsep atau teori lalu seleksi teori mana yang dianggap sesuai dengan tema penelitian.
d.      Identifikasi dan definisikan semua variable penelitian, dan kategorikan sesuai dengan kelompoknya (independent, dependent, counfonding, control).
2.      Langkah-Langkah Penyusunan
a.       Seleksi dan definisikan konsep dalam penelitian – Konsep hanya dapat diamati atau diukur melalui konstruk atau yang lebih dikenal dengan variable. Contoh : jika seorang peneliti akan tentang sikap manusia. Sikap adalah konsep, yang menggambarkan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap stimulus atau obyek maka pengukurannya harus berdasarkan pada konstruk atau variable yang menyusun sikap manusia, yaitu kognisi, afeksi dan konasi. Komponen kognisi merupakan representasi apa yang dipercayai oleh individu, komponen afeksi merupakan perasaan yang –menyangkut aspek emosional dan komponen konasi merupakan aspek kecenderungan berperilaku tertentu sesuai sikap yang dimiliki oleh seseorang (Azwar, 2002: 23).
b.      Identifikasi teori yang dipergunakan
c.       Gambarkan hubungan sebab akibat antar variable.
Skala Nominal merupakan skala yang paling lemah dari semua skala pengukuran yang ada. Skala ini membedakan suatu peristiwa dengan peristiwa yang lain berdasarkan nama. Pada skala ordinal semua data dianggap bersifat kualitatif dan setara, sebagai contoh data siswa dibedakan menjadi laki-laki diwakili dengan angka 1 dan perempuan diwakili dengan angka 2, konsekuensi dari nominal tidak mungkin seseorang memiliki dua kategori sekaligus.
Skala Ordinal pengukuran didasarkan pada jumlah relatif beberapa karakteristik khusus yang dimiliki oleh setiap peristiwa. Oleh karena itu, pengukuran skala ordinal memungkinkan penyusunan peringkat dari masingmasing peristiwa yang terjadi. Pada skala ordinal terdapat klasifikasi data berdasarkan tingkatan, sebagai contoh tingkat pendidikan, kategori SD diwakili angka 1, SMP diwakili angka 2, SMA diwakili angka 3, dan kategori Serjana diwakili angka 4, dari data tingkat pendidikan yang diwakili angka 1, 2, 3 dan 4 memilii level yang berbeda.
Skala Interval Pada skala interval, pembedaan peristiwa dapat diurutkan. Antara peringkat satu dengan yang lain memiliki arti. Dengan kata lain, selain bisa dibuat dalam peringkat data dapat pula dikuantitatifkan. Sebagai contoh interval nilai pelajaran matematika di SMP Maju adalah 0 sampai 100, bila siswa A dan B masing-masing mendapat nilai 45 dan 90 bukan berarti tingkat kecerdasan B dua kali dari tingkat kecerdasan A meskipun nilai B dua kali dari nilai A.
Skala Rasio merupakan pengukuran yang paling tinggi. Skala rasio adalah hasil pengukuran untuk nilai yang sesungguhnya, bukan kategori seperti pada skala nominal, ordinal maupun interval. Sebagai contoh saldo A di bank BRI bernilai Rp.50.000,00. Angka 50.000 benar-benar real bahwa A mempunyai uang sebesar Rp.50.000,00.
Validitas
Menurut Azwar (1986) Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Menurut Arikunto (1999) Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kesahihan suatu tes. Suatu tes dikatakan valid apabila tes tersebut mengukur apa yang hendak diukur.
Tes memiliki validitas yang tinggi jika hasilnya sesuai dengan kriteria, dalam arti memiliki kesejajaran antara tes dan kriteria. Menurut Nursalam (2003) Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Berdasarkan beberapa pendapat tentang pengertian di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa Validitas adalah suatu standar ukuran yang menunjukkan ketepatan dan kesahihan suatu instrumen.
Jenis-jenis Validitas
Menurut Sudijono (2009) terdapat berbagai jenis validitas, antara lain
Pengujian Validitas Tes Secara Rasional
Validitas rasional adalah validitas yang diperoleh atas dasar hasil pemikiran, validitas yang diperoleh dengan berpikir secara logis. Validitas Isi (Content Validity) dari suatu tes hasil belajar adalah validitas yang diperoleh setelah dilakukan penganalisisan, penelususran atau pengujian terhadap isi yang terkandung dalam tes hasil belajar tersebut. Validitas isi adalah yang ditilik dari segi isi tes itu sendiri sebagai alat pengukur hasil belajar yaitu: sejauh mana tes hasil belajar sebagai alat pengukur hasil belajar peserta didik, isisnya telah dapat mewakili secara representatif terhadap keseluruhan materi atau bahkan pelajaran yang seharusnya diteskan (diujikan). Validitas konstruksi (Construct Validity) dapat diartikan sebagai validitas yang ditilik dari segi susunan, kerangka atau rekaannya. Adapun secara terminologis, suatu tes hasil belajar dapat dinyatakan sebagai tes yang telah memiliki validitas konstruksi, apabila tes hasil belajar tersebut telalh dapat dengan secara tepat mencerminkan suatu konstruksi dalam teori psikologis.
Pengujian Validitas Tes Secara Empirik
Validitas empirik adalah ketepatan mengukur yang didasarkan pada hasil analisis yang bersifat empirik. Dengan kata lain, validitas empirik adalah validitas yang bersumber pada atau diperoleh atas dasar pengamatan di lapangan. Validitas ramalan (Predictive validity) adalah suatu kondisi yang menunjukkan seberapa jauhkah sebuah tes telah dapat dengan secara tepat menunjukkan kemampuannya untuk meramalkan apa yang bakal terjadi pada masa mendatang. Validitas bandingan (Concurrent Validity) tes sebagai alat pengukur dapat dikatakan telah memiliki validitas bandingan apabila tes tersebut dalam kurun waktu yang sama dengan secara tepat mampu menunjukkan adanya hubungan yang searah, antara tes pertama dengan tes berikutnya.
Reliabilitas
Menurut Sugiono (2005) Reliabilitas adalah serangkaian pengukuran atau serangkaian alat ukur yang memiliki konsistensi bila pengukuran yang dilakukan dengan alat ukur itu dilakukan secara berulang. Reabilitas tes adalah tingkat keajegan (konsitensi) suatu tes, yakni sejauh mana suatu tes dapat dipercaya untuk menghasilkan skor yang ajeg, relatif tidak berubah walaupun diteskan pada situasi yang berbeda-beda. Menurut Sukadji (2000) Reliabilitas suatu tes adalah seberapa besar derajat tes mengukur secara konsisten sasaran yang diukur. Reliabilitas dinyatakan dalam bentuk angka, biasanya sebagai koefisien. Koefisien tinggi berarti reliabilitas tinggi. Menurut Nursalam (2003) Reliabilitas adalah kesamaan hasil pengukuran atau pengamatan bila fakta atau kenyataan hidup tadi diukur atau diamati berkali – kali dalam waktu yang berlainan. Alat dan cara mengukur atau mengamati sama – sama memegang peranan penting dalam waktu yang bersamaan. Berdasarkan beberapa pendapat tentang pengertian reliabilitas di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa Reliabilitas adalah suatu keajegan suatu tes untuk mengukur atau mengamati sesuatu yang menjadi objek ukur.
Skala Pengukuran kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif.
Skala Likert skala yang dapat dipergunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang mengenai suatu gejala atau fenomena pendidikan. Dalam skala Likert terdapat dua bentuk pernyataan yaitu pernyataan positif yang berfungsi untuk mengukur sikap positif, dan pernyataan negative yang berfungsi untuk mengukur sikap negative objek sikap.

Skala Guttman skala yang menginginkan tipe jawaban tegas, seperti jawaban benar - salah, ya - tidak, pernah - tidak pernah, positif - negative, tinggi - rendah, baik - buruk, dan seterusnya. Pada skala Guttman, hanya ada dua interval, yaitu setuju dan tidak setuju. Skala Guttman dapat dibuat dalam bentuk pilihan ganda maupun daftar checklist. Untuk jawaban positif seperti benar, ya, tinggi, baik, dan semacamnya diberi skor 1; sedangkan untuk jawaban negative seperti salah, tidak, rendah, buruk, dan semacamnya diberi skor 0.

Semantik Differensial skala untuk mengukur sikap, tetapi bentuknya bukan pilihan ganda maupun checklist, tetapi tersusun dalam satu garis kontinum di mana jawaban yang sangat positif terletak dibagian kanan garis, dan jawaban yang sangat negative terletak dibagian kiri garis, atau sebaliknya.Data yang diperoleh melalui pengukuran dengan skala semantic differential adalah data interval. Skala bentuk ini biasanya digunakan untuk mengukur sikap atau karakteristik tertentu yang dimiliki seseorang.

 

Rating Scale data-data skala yang diperoleh melalui tiga macam skala yang dikemukakan di atas adalah data kualitatif yang dikuantitatifkan. Berbeda dengan rating scale, data yang diperoleh adalah data kuantitatif (angka) yang kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif. Seperti halnya skala lainnya, dalam rating scale responden akan memilih salah satu jawaban kuantitatif yang telah disediakan.
Rating scale lebih fleksibel, tidak saja untuk mengukur sikap tetapi dapat juga digunakan untuk mengukur persepsi responden terhadap fenomena lingkungan, seperti skala untuk mengukur status sosial, ekonomi, pengetahuan, kemampuan, dan lain-lain. Dalam rating scale, yang paling penting adalah kemampuan menterjemahkan alternative jawaban yang dipilih responden. Misalnya responden memilih jawaban angka 3, tetapi angka 3 oleh orang tertentu belum tentu sama dengan angka 3bagi orang lain yang juga memiliki jawaban angka 3.

 

Skala Thurstone skala yang disusun dengan memilih butir yang berbentuk skala interval. Setiap butir memiliki kunci skor dan jika diurut, kunci skor menghasilkan nilai yang berjarak sama. Skala Thurstone dibuat dalam bentuk sejumlah (40-50) pernyataan yang relevan dengan variable yang hendak diukur kemudian sejumlah ahli (20-40) orang menilai relevansi pernyataan itu dengan konten atau konstruk yang hendak diukur. 

SALING MENGENAL


  AMERIKA SERIKAT
Masyarakat bisnis Amerika memiliki reputasi sebagai yang terkuat di dunia, tetapi dalam berbagai hal, mereka adalah bangsa yang paling mudah untuk diajak berhubungan.Hal ini disebabkan oleh filosofi bisnis mereka yang tidak rumit.Tujuan mereka adalah mendapatkan uang sebanyak-banyaknya dan secepeat-cepatnya, dengan bekeja keras dan menggunakan kecepatan, kesempatan, kekuatan, sebagai alat mencapai tujuan.
Keputusan bisnis mereka tidak dipengaruhi oleh perasaan; dan dolar, bila tidak di Tuhan-kan setidaknya di anggap sebagai penguasa.Pengejar keuntungan ini sering mengakibatkan mereka di anggap bangsa yang kejam.
Pada pertemuan kecenderungan orang Amerika sebagai berikut : Indvidualistik, Informalitas, memberi kesan naïf, menggunakan humor kapan pun mereka bisa, bersifat terbuka sejak awal, mengambil resiko namun membuat rencana, oportunistik atau cepat mengambil keputusan, teguh, konsisten, dan berterus terang.
Akhirnya, bila mengadakan perjanjian dengan orang Amerika, sebaiknya tim harus memiliki seseorang yang mengenal negara tersebut. Mereka melakukan segala sesuatu dengan cara mereka sendiri, dan orang-orang yang hiduo di Amerika mengetahui jalan pintas dalam melakukan bisnis mereka.
Contoh : Amerika : Jack akan marah sekali. Inggris : Pimpinan kami cenderung tidak setuju.

·        INGGRIS
Masyarakat Inggris sangat akrab dengan bangsa yang berbahasa Inggris.Menghadapi kesulitan dalam menjalin hubungan yang acuh tak acuh tapi efektif dengan mereka.Mereka nyaman dengan orang-orang Nordis, Belanda, dan Jepang.Mereka mengambil titik tengah baik yang formalitas berlebihan seperti Jerman dan Perancis dan keakraban dini seperti Amerika dan Australia.
Orang Inggris sangat senang menjnjukan diri mereka sebagai orang yang berorientasi pada keluarga.Tidak masalah jika membicarakan anak-anak, liburan, atau masa lampau pada pertemuan.Humor merupakan hal penting dalam kegiatan bisnis dengan orang Inggris.
Orang Inggris lebih suka hubungan yang jangka panjang di bandingkan singkat.Akhirnya, orang Inggris mempunyai perasaan bahwa ‘orang asing” bermaksud mengakali mereka.

·        AUSTRALIA, SELANDIA BARU, AFRIKA SELATAN
Australia
Australia merupakan masyarakat yang cenderung tidak mempunyai golongan (kelas), dan demikian juga bahasanya.Orang Australia sangat sinis terhadap orang yang memiliki kekuasaan atau sangat kaya, tetapi mereka menghargai orang-orang kecil, “pejuang” daripada pemenang. Jangan membanggakan dan merendahkan diri sendiri di depang orang Australia, keramahaan Australia, keberhasilan, persaudaraan dan saat-saat yang menyenangkan akan menjadi milik anda. Orang Australia merupakan orang yang sangat positif.Ada rasa solidaritas di antara orang Australia.
Selandia Baru
Orang Selandia baru cenderung konservatif, tenang dan pendiam dibandingkan dengan orang Australia.Mereka lebih menyerupai orang Inggris bukan hanya dalam tingkah laku yang tenang, tetapi juga dalam dalam komposisi ras mereka.Mereka memandang Australia sebagai cosmopolitan dan agak mudah tergugah.Orang Australia menjnjukan solidaritas pada orang Selandia Baru, walaupun ikatan kadang-kadang rusak.
Afrika Selatan
Afrika Selatan menghilangkan politik apartheid dan memunculkan perhatian sebagai bangsa yang multibudaya di dunia.Bangda Afrika Selatan kulit putih memiliki sifat wirausaha dan tegas dalam bisnis.Mereka sadar bahwa negara ini kana bertahan jika orang kulit hitam memainkan peran itergral dalam negara. Orang Afrika kulit hitam menjadi kunci bagi masa depan bangsa. Mereka memiliki kualitas, berupa kesabaran, toleransi, dan rasa humor.GDP (Produk Domestik Bruto) Afrika Selatan empat kal lebih besar dibandingkan dengan GDP gabungan sepuluh negara di Afrika.

·        FINLANDIA
Titik tolak terbaikd alam melakukan pendekatan dengan orang Finlandia adalah mereka mencari kebresatuan pada orang-orang lain. Mereka cenderung tertutup baik dalam pemikiran maunpun dalam ucapan.Masyarakat bisnis Finlandia cenderung memiliki wewenang dan tanggung jawab yang telah di tentukan dengan baik.Orang Finlandia tidak suka diawasi dengan ketat; mereka lebih suka datang kepada anda membawa hasil akhir.Tidak boleh banyak memuji mereka, boleh menunjukan charisma. Mereka memungkinkan mmeperoleh banyak informasi, karena surat kabar mereka, surat kabar yang terbaik di dunia.
Jika mengatur orang Finlandia, ingat bahwa mereka memiliki harga diri dan harmoni diri yang tinggi.Mereka menyukai gagasan terhadap pusat keuntungan dan pertanggungjawaban.Mereka lambat membuat keputusan, tetapi sekali keputusan anda tidak mungkin berhasil mengubahnya.

·        PERANCIS
Dalam politik dan bisnis, orang-orang Perancis menyukai kebebasan. Karakter pendekatan dengan orang Perancis : dalam setiap pertemuan selau formal, kesopanan dan gaya formal selalu diterapkan, penggunaan logika, orang Perancis mencurgai keramatamahan, jarang membuat keputusan penting, tujuan jangka panjang, berusaha tepat dalam berbicara, berpandangan tajam dan berhati-hati, pandangan pribadi akan mempengaruhi urusan bisnis, gaya komunikasi terbukam dan memandang segalanya melalui ‘kacamata’ mereka sendiri.
Bila berhubungan dengan orang Perancis, haruslah lebih formal, harus lebih logis dan meghindari gaya Amerika yang suka menduga-duga.

·        JERMAN
Karakteristik budaya bisnis Jerman adalah sikap monokronik terhadap penggunkaan waktu, misalnya hasrat menyelesaikan serangkaian tindakan sebelum memulai tindakan lain; keyakinan yang kuat bahwa mereka adalah negosiator yang jujur dan terus terang; cenderung bersifat lugas dan menyampaikan ketidaksetujuan secara terbuka daripada menujukan diplomasi.

·        ITALIA
Masyarakat Italia adalah masyarakat yang menarik dan pandai.Negosiator orang Italia akrab, banyak bicara dan tentu fleksibel.Mereka kurang berterus terang dibandingkan dengan orang-orang utara dan berbicara berputar-putar.Orang Italia cenderung mendiskusikan segala sesuatu dari sudut pribadi dan semi emosional.Orang-orang Italia mungkin berselisih dianatara mereka di meja pertemuan, tetapi beberpa saat kemudia mereka menjadi rekan dan bersatu.Mereka menentukan harga awal yang sangat tinggi tapi bersedia menurunkannya.

·        PORTUGIS
Orang-orang Portugis adalah negosiator yang baik di dunia.Mereka bernegosiasi secara individual atau dalam kelompok kecil. Mereka menganggap hasil negosiasi sebagai kredit atau debet bagi percakapan pribadi. Mereka yakin bahwa mereka lebih pintar dari pihak lain, tapi mereka memberi kesan mereka bodoh, gaya komunikasi orang Portugis bersifat pribadi, penuh perasaan, emosional, tetapi lebih tenang.
Orang Portugis tidak terlalu sesnitif terhadap hal ras, agama, dan warna kulit.Kurangnya teknologi dan sumbersaya melemahkan bagi mereka sehingga harus cermat dalam begosiasi menghasilkan pendekatan halus.

·        RUSIA
Tim negosiator Rusia sering tersusun dari para veteran da para ahli sehingga mereka sangat berpengalaman.Gaya penyampaian mereka seringkali dibuat-buat dan emosional, dengan maksud dan permintaan mereka dengan jelas.
Mereka mempertahankan kedisiplinan dalam rapat dan berbicara satu per satu.Orang Rusia sering menyajikan naskah awal dan menggarisbesarkan tujuan mereka.
Dalam mengadakan hubungan dengan orang Rusia, harus menunjukan sisi kemanusiaan.Mereka suka mengatakan mereka paham padahal tidak demikian.
Mereka tidak mempercayai apapun, mereka sangat suka percakapan, jangan ragu mencurahkan hati pada mereka.Mereka suka melakukan pertimbangan yang masak.
Nilai-nilai Rusia pada pokoknya manusiawi.Untuk mencapai keberhasilan dengan orang Rusia, siapapun harus menjaga kualitas sebaik mungkin.

·        SPANYOL
Haruslah berusaha keras membuat orang Spanyol menyukai kita.Harua bersikap ramah tetapi tidak memandang segala sestau dengan serius.Mereka menyukai sentuhan fisik dan kontak mata.Orang Spanyol sangat manusiawi.       Apabila bercakap-cakap dengan mereka, jangan cenderung dingin. Rasa hormat dan martabat orang Spanyol, keberanian, pekerja, jiwa dan kepribadian mereka adalah jalan untuk memperoleh kerja sama, persekutuan, dan kasih sayang mereka. Jika menunjukan kesetian, ia akan menjadi teman terbaik. Contoh : orang Spanyol akan memberikan kartu ucapan Natal selama 25 tahun terus menerus. Mereka adalah orang yang terhormat.
·        SWEDIA
Berbisnis dengan orang Swedia maka mereka akan menghindari konflik dan takut pada konfrontasi, ketergantungan pada kelompok untuk mengadakan inisiatif, dan menghindari persaingan dengan orang lain dalam perusahaan.
Orang Swedia yakin bahwa mereka jujur, tidak suka menyangkal kolega mereka sendiri, harga tidak fleksibel karena mereka yakin harga awal mereka adil.Mereka adalah pendengar yang baik dan bersimpati terhadap pandangan mereka.mereka tidak berorentasi pada keuntungan, mereka lebih berorientasi pada perjanjian daripada orang. Mereka tidak memberi penghormatan khusus pada pangkat, mereka menanggap orang-orang penting sederajat.Mereka tidak suka menguasai.Mereka tidak menggunakan kekuatan besar sekalipun mereka punya kekuatan itu.
Pendekatan terbaik adalah menunjukan kesabaran dan pemahaman dan intergitas saat konsultasi yang panjang denga mereka.
·        NEGARA-NEGARA ARAB
Orang Arab mengharapkan keiklashan dalam berurusan dengan mereka.wanita asing tanpa jilbab diterima secara hati-hati asal berpakaian sopan. Pada saat berbicara bisnis dengan mereka, Orang Arab berbicara dengan lanca dan bersungguh-sungguh.Dan harus selalu bersandar pada lata belakang pribadi.Pada waku makan gunakan tangan kakan, ambil makanan saat ditawarkan dan harus memuji makanan yang disajikan. Seorang Arab akan mengagumi keahlian atau pendidikan negara-negara kecil yang tampak rendah hati dibandingkan Amerika, Perancis dan Inggris.

·        Jepang
Orang Jepang bernegosiasi dalam tim, namun memiliki keahlian yang berbeda-beda. Mereka sangat menjaga keselarasan selama berlangsungnya negosiasi. Mereka akan berhenti bernogosiasi jika satu pihak terlalu berterus terang, tidak sabar dan tidak mengikuti protokol. Mereka tidak pernah berkata tidak.Gaya negosiasi mereka bersifat non-indivisualistik, impresional, dan tanpa emosi.Logika dan argument intelektual sendiri tidak dapat mempengaruhi orang Jepang.
Untuk mengenal orang Jepang, jangan coba-coba memaksakan keputusan dari mereka selama berlangsung pertemuan.Pelajari sedikit bahasa jepang dan temukan kesamaan mendasar yang kita bisa.Mereka senang berbagi rasa.

·        CINA
Dalam bernegosiasi orang Cina lebuh enyukai pertemuan formal, walaupun mereka berpakaian sederhana.Seorang senior selalu diberi hormat dan perhatian tinggi.Semangat kebersamaan mereka kuat, mereka tidak berkata saya teteapi kami. Mereka menggangap pihak lain mampu secara teknis walaupun belum berpengalaman dalam bisnis. Mereka cermat, hat-hati, dan sabar. Mereka menyesuaikan diri dengan kesabaran dan stamina mereka, jika tidak kesempatan dan oerjanjian akan hilang.
Aturan emas : Tunjukan rasa hormat yang tinggi setiap saat, gabungkan kesopanan dan keakraban, tunjukan kerendahatian dan hormat terhadap usia dan kedudukan. Jangan melulu menggunakan logika, kesabaran kunci kemajuan selambat apapun tampaknya kemajuan itu.
·        INDIA DAN ASIA TENGGARA
Karakteristik budaya timur :
kesopanan, kesabaran, keselarasaan, dan pragmatisme.
            Korea
            Mereka bangga terhadap kemampuan mereka untuk bekerja lebih keras daripada orang Jepang.Mereka terus meingkatkan industry berteknologi dan mentrasfer industry teknologi lebih rendah ke Indonesia dan negara-negara kurang maju lainnya.
Malaysia dan Indonesia
Muslim Timur adalah orang yang terhalus.Standart kehormatan di junjung tinggi dan diwujudkan dalam prilaku dan bahasa.Orang Malaysia dan Indonesia tidak tertarik pada mekanisme perdagangan.Wanita-wanita di Indonesia bebas menikmati hak pilih, kehidupan sosial, dan karier mereka.
Thailand
Perdagangan di Thaliland banyak dikuasai oleh orang Cina, namun mereka mampu bekerja keras. Pekerjaan mereka harus ada unsur kesenangan jika tidak maka akan dijauhi. Orang Thai pro-Amerika.
Filipina
Orang-orang Filipina memiliki sisa-sisa peninggalan penjajahan Spanyol dan memakai pemakaian bahasa Inggris terluas dan kerentaan terhadap nilai-nilai Anlo-Saxon.
India
Gaya negosiasi India memiliki beberapa kelebihan. Meskipun mereka hidup salam kebersamaan, tapi, dalam berbisnis mereka menmiliki sikap individualitas dna kecerdasaan berbisns. Mereka cakap dalam menjual dan membeli.Memiliki keahlian tinggi dalam menjual sesuatu.


Singapura dan Hongkong
Berpenampilan paling mengesankan.Bersifat kewiraushaan dan mendarah daging, keinginan yang kuat selalu berada di jalur cepat, posisi perbandingan yang dekat dengan Amerika yang sibuk.

Bus Transjakarta Kurang Memadai (Cuma Pendapat aja) :)


Bus Transjakarta merupakan salah satu sarana transportasi umum di Jakarta. Transportasi ini banyak digunakan oleh masyakarat Indonesia, baik dari kalangan siswa, mahasiswa sampai pegawai kantor. Berbeda dengan kendaraan umum yang lain seperti angkot dan bus umum lainnya, Bus Transjakarta memiliki halte yang sudah dibuat dengan tetap, di setiap daerah sehingga tidak bisa berhenti di sembarang tempat. Letak-letak haltenya dibuat cukup strategis. Kemudian dibangun dengan 10 koridor untuk berbagai tempat jurusan.

Sejak pembangunan Bus Transjakarta, dapat diharapkan menjadi solusi kemacetan agar penggunaan kendaraan pribadi berkurang. Dengan dibangunnya sarana transportasi tersebut, banyak masyarakat dapat memilih untuk menggunakannya. Kenyamanan dan keamanan dapat diharapkan dalam menggunakan Bus Transjakarta.

            Namun, seperti yang telah diketahui kebanyakan orang, saat ini halte Bus Transjakarta dapat dikatakan kurang memuaskan. Hal ini dikarenakan , pembatasan atau pembagian tempat untuk mengantri atau menunggu Bus datang tidak membuat penumpang nyaman dan aman. Masih banyak yang harus dikerjakan oleh pemerintah terhadap masalah halte Bus Transjakarta ini agar membuat antrian menjadi lebih tertib dan membuat penumpang tidak harus saling mendorong dan berdesakan pada saat ingin memasuki bus. Kemudian banyak kasus yang terjadi dalam Bus Transjakarta. Banyak tindakan kriminal yang terjadi, seperti aksi pencopetan dan pelecehan seksual.

            Selain itu , dalam halte Bus Transjakarta sendiri kurang memberikan kenyamanan terhadap penumpang yang juga bergantung pada cuaca. Pada saat hujan , memang di dalam halte sudah memiliki atap. Namun,ada beberapa halte yang atapnya tidak baik sehingga menyebabkan kebocoran, tidak hanya itu bahkan sangat sedikit penjaga kebersihan yang berada di dalam halte sehingga jika halte basah karena pijakan kaki penumpang atau beberapa tetes air yang masuk dapat membuat lantai tersebut menjadi licin dan sebaliknya jika cuaca panas maka akan memberikan dampak yang buruk juga terhadap penumpang. Apalagi,jika penumpang sedang banyak tentunya dalam halte tersebut menjadi lebih baik. Seharusnya , pemerintah dapat memberikan anggaran agar memberikan pendingin ruangan (AC) di dalam halte tersebut. Karena, jika ingin lebih maju maka harus semuanya diperbaiki tidak hanya sebagian saja.

Tugas Metode Penelitian Komunikasi


Metode Penelitian Komunikasi

(Populasi, Sampel, Teknik Pengumpulan Data, Pendekatan)

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga objek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek/subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh objek/subjek itu. 

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu. kesimpulannya akan dapat diberlakukan populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili). Bila sampel tidak representatif, maka ibarat orang buta disuruh menyimpulkan karakteristik gajah. Satu orang memegang telinga gajah, maka la menyimpulkan gajah itu seperti kipas. Orang kedua memegang badan gajah, maka ia menyimpulkan gajah itu seperti tembok besar. Satu orang lagi memegang ekornya, maka la menyimpulkan gajah itu kecil seperti seutas tali. Begitulah kalau sampel yang dipilih tidak representatif, maka ibarat 3 orang buta itu yang membuat kesimpulan salah tentang gajah. Ada dua jenis metode dalam pengambilan sampel, yang pertama yaitu metode penarikan sampel probabilitas ( probability sampling ). Pada jenis ini, peluang terpilihnya masing – masing responden diketahui. Dan yang kedua adalah non probabilitas ( nonprobability sampling ). Pada jenis kedua ini kemungkinan terpilihnya dari setiap responden anggota populasi tidak diketahui.
Sampling Probabilitas
1. Random Sampling ( Penarikan Sampel Secara Acak )
Di dalam sampel acak setiap anggota populasi memiliki kemungkinan yang sama untuk menjadi anggota sampel. Kemungkinan untuk menjadi anggota sampel berlaku bagi semua individu –individu terlepas dari persamaan – persamaan atau perbedaan – perbedaan selama mereka menjadi anggota populasi.
2. Systematic Sampling ( Penarikan Sampel Secara Sistematik )
Penarikan sampel secara sistematik bisa dipakai bilamana unit – unit populasi trdaftar secara acak. Cara ini sangat sederhana dalam arti kita tidak perlu memerlukan banyak tenaga untuk memilih anggota sampel.
3. Stratified Random Sampling ( Penarikan Sampel Secara Acak Berstrata )
Strata yang berarti tata berjenjang, walaupun kata stratum memiliki arti jenjang, namun dalam metode pengambilan sampel acak berstrata dapat diterapkan bagi setiap pembagian golongan sampel, lepas dari golongan itu berjenjang atau tidak. Yang penting kelompok – kelompok didalm populasi atau subpopulasi itu tidak ovelap, tumpang tindih dan masing – masing dapat dipisahkan secara esklusif, artinya tidak bisa terjadi satu unit sampel dapat tergolongan atau muncul didalam dua kelompok yang berbeda.
4. Cluster ampling ( Penarikan Sampel Dengan Cara Berumpun )
Penarikan sampel dengan cara ini pada hakekatnya sama dengan pengambilan sampel secara acak dengan perbedaan bahwa setiap unit sampelnya adalah kumpulan atau cluster daripada unsure – unsurnya.
5. Area Sampling
Cluster sampling juga dapat disebut area sampling. Istilah ini dipakai bila kerangka sampelnya tersusun berdasarkan pada wilayah tertentu yang luas. Area sampling umumnya dipakai bila kita tidak mungkin dan tidak praktis untuk menyusun kerangka pengambilan sampel ( sampling frame ) yang meliputi suatu daerah yang luas.
Sampling Non-probabilitas
1. Convenience Sampling atau Accidental Sampling
Didalam cara pengambilan sampel dengan cara ini penelitian semata – mata memilih siapa saja yang dapat diraih pada saat penelitian diadakan sebagai respondennya.
2. Quota Sampling
Cara pengambilan sampel dengan cara quota sebenernya sama dengan cara pengambilan sampel dengan brstratifikasi, Stratified Sampling. Didalam cara pengambilan sampel dengan cara quota ini, peneliti menentukan strata apa yang relevan untuk diteliti. Namun perlu diingat disini, pengertian strata bukan hanya berarti lapisan saja, tetapi dalam arti yang luas, sesuai engan apa yang sudah diperbincangkan dalam stratified sampling.
3. Dimensional Sampling
Cara pengambilan sampel dengan teknik ini adalah pada dasarnya ialah bentuk multidimensional daripada quota sampling. Jalan pikiran cara pengambilan sampel dengan cara ini ialah mengkhususkan seluruh dimensi – dimensi atau variable –variabel yang dijadikan minat didalam penelitian yang ada didalam populasinya –
dan merasa yakin bahwa setiap kombinasi dari dimensi – dimensi terwakili paling tidak oleh satu kasus.
4. Snowball Sampling
Snowball sampling adalah penarikan sampel bertahap yang makin lama respondennya makin membesar. Penarikan model ini biasa diibaratkan dengan sebuah bola salju yang semula adalah keciil berkembang menjadi membesar seraya dia menggelinding dari bukit.
5. Extreme or Deviant Case Sampling
Pengambilan sampel yang seperti ini menitikberatkan pada kasus – kasus yang kaya informasi karena kasus – kasus tersebut memiliki cirri – cirri yang tidak biasa atau cirri yang istimewa dalam hal – hal tertentu.
6. Maximum Variation Sampling ( Pengambilan Sampel Variasi Maximum )
Strategi pengambilan sampel variasi maksimum dimaksudkan untuk dapat menangkap atau menggambarkan suatu tema sentral dari studi melalui informasi yang silang menyilang dari berbagai tipe responden.
7. Pengambilan Sampel Homogen
Pengambilan sampel ini berlawanan dngan pengambilan sampel variasi maksimum. Maksud dari pengambilan sampel homogen adalah untuk menggambarkan sejumlah kekhususan sub kelompok scara mendalam.
8. Typical Case Sampling ( Pengambilan Sampel Tipikal )
Dalam upaya peneliti untuk meggambarkan sebuah program atau peserta dari program pada orang yang belum terbiasa dengan program tersebut dapat dibantu dngan cara memberikan gambaran tentang profil kualitatif dari satu kasus atau lebih yang bersifat tipikal.
9. Critical Case Sampling ( Pengambilan Sampel Kritis )
Strategi pengambilan sampel kritis ini dimaksudkan untuk memperoleh penjelasan melalui kasus – kasus yang dianggap kritis. Kritis disini yang dimaksudkan adalah istimewa, baik karena keunggulannya maupun keterbelakangannya.

Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain). Data sekunder umumnya berupa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip (data dokumenter) yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan. Data primer merupakan sumber data yang diperoleh langsung dari sumber asli (tidak melalui media perantara). Data primer dapat berupa opini subjek (orang) secara individual atau kelompok, hasil observasi terhadap suatu benda (fisik), kejadian atau kegiatan, dan hasil pengujian. Metode yang digunakan untuk mendapatkan data primer yaitu : (1) metode survei dan (2) metode observasi. Metode Survei merupakan metode pengumpulan data primer yang menggunakan pertanyaan lisan dan tertulis. Metode ini memerlukan adanya kontak atau hubungan antara peneliti dengan subjek (responden) penelitian untuk memperoleh data yang diperlukan. Data yang diperoleh sebagian besar merupakan data deskriptif, akan tatapi pengumpulan data dapat dirancang untuk menjelesakan sebab akibat atau mengungkapkan ide-ide. Umumnya digunakan untuk mengumpulkan data yang sama dari banyak subjek. Teknik yang digunakan adalah (1) wawancara, dan (2) kuesioner. Metode observasi adalah proses pencatatan pola perilaku subyek (orang), objek (benda) atau kejadian yang sistematik tanpa adanya pertanyaan  atau komunikasi dengan individu-individu yang diteliti. Kelebihan metode ini dibandingkan metode survei adalah data yang dikumpulkan umumnya tidak terdistorsi, lebih akurat dan bebas dari response bias. Metode ini menghasilkan data yang lebih rinci mengenai perilaku (subjek), benda atau kejadian (objek). Contoh data primer “Kondisi kelas saat proses belajar mengajar di SMP N 14 Yogyakarta kelas IX D tidak kondusif” & “Tingkat kedisiplinan pegawai telah mencapai 90% dari yang diharapkan.” Contoh data sekunder “Dari keterangan kepala desa tegalombo, mata pencaharian masyarakat sebagian besar petani” & “Penjualan HP merk Nokia pada tahun 2004 sampai 2006 yang diperoleh dari artikel internet”

TEKNIK PENGUMPULAN DATA KUANTITATIF Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting dan berbagai sumber dan berbagai cara. Bila dilihat dari settingnya data dapat dikumpulkan pada setting alamiah (natural seting), pada laboratorium dengan metode eksperimen, di rumah dengan berbagai responden, dan lain-lain. Bila dilihat dari sumber datanya, maka pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer dan sekunder. Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data, dan sumber sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data pada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen.
Selanjutnya kalau dilihat dari segi cara atau teknik pengumpulan data, maka teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan interview, kuesioner (angket), observasi (Sugiyono, 2006: 137) 

TEKNIK PENGUMPLAN DATA KUALITIATIF Dalam metode penelitian kualitatif, lazimnya data dikumpulkan dengan beberapa teknik pengumpulan data kualitatif, yaitu; 1). wawancara, 2). observasi, 3). dokumentasi, dan 4). diskusi terfokus (Focus Group Discussion). Pada pendekatan ini, peneliti membuat suatu gambaran kompleks, meneliti kata-kata, laporan terinci dari pandangan responden, dan melakukan studi pada situasi yang alami (Creswell, 1998:15). Sebelum masing-masing teknik tersebut diuraikan secara rinci, perlu ditegaskan di sini bahwa hal sangat penting  yang harus dipahami oleh setiap peneliti adalah alasan mengapa masing-masing teknik tersebut dipakai, untuk memperoleh informasi apa, dan pada bagian fokus masalah mana yang memerlukan teknik wawancara, mana yang memerlukan teknik observasi, mana yang harus kedua-duanya dilakukan. Pilihan teknik sangat tergantung pada jenis informasi yang diperoleh.

Pendekatan adalah cara kita menghadapi sesuatu dengan mempelajari karakteristik dari masalah tersebut.