Ujian Negara yang diikuti oleh jutaan siswa di
seluruh Indonesia telah usai dua minggu yang lalu. Hal ini, menjadi kegembiraan
yang dinantikan oleh para siswa. Mereka melakukan berbagai perayaan sebagai
tanda kegembiraan, seperti mencoret-coret baju, perpisahan, dan sebagainya.
Akan tetapi, kesedihan dan kekhawatiran selalu
dialami dalam ujian negara. Banyak persiapan yang telah dilakukan mereka, namun
masih ada yang mengalami kegagalan. Angka ketidaklulusan dalam ujian selalu ada
dalam setiap tahunnya. Hal ini, menjadi kekhawatiran bagi para siswa. Ujian
Negara sempat menuai banyak kritikan dan diminta untuk dihapus dalam kebijakan
pemerintah.
Sejak 2 tahun belakangan ini, pemerintah memberikan
kebijakan baru. Secara seratus persen, ujian nasional tidak memperngaruhi
kelulusan. Ujian sekolah menjadi peran bagi kelulusan sebanyak 40%. Keluarnya
kebijakan tersebut, seharusnya meringankan beban bagi siswa, karena kelulusan
bisa dibantu dengan ujian sekolah.
Menyikapi hal ini, banyak sekolah memberikan banyak
program dalam persiapan ujian. Contohnya, memberikan pendalaman materi di luar
jam sekolah, lalu menyelenggarakan Try
Out dari sekolah. Namun, banyak siswa yang stres dengan program-program
tersebut. Hal ini, menjadi beban bagi mereka. “Stres tetap saja stress”, itu
yang dialami para siswa. Terlalu banyak ujian, membuat mereka belajar secara
berkesinambungan karena banyaknya ujian yang diselenggarakan.
Bila dibandingkan tahun-tahun ajaran lama,
seharusnya ujian saat ini lebih ringan. Dengan kebijakan baru,serta
menyelenggarakan banyak ujian, membuat siswa banyak kesempatan untuk belajar.
Siswa akan menjadi terbiasa. Itulah berbagai pendapat yang dikemukakan oleh
para mahasiswa dan orang tua. Salah seorang orang tua siswa, Suzana,
berpendapat bahwa siswa saat ini memiliki banyak kesempatan belajar sehingga
siap untuk menghadapi ujian.
Kebijakan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah,
serta kegiatan-kegiatan yang dikeluarkan oleh sekolah, menjadi solusi terbaik
untuk membantu kelulusan siswa tahun ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar